-->
Skip to main content

Panduan Eksul Pramuka Terbaru 2018 di SD


Panduan Eksul Pramuka 2018 SD - Asslamualaukum. Halo sahabat opspwk.web.id, semoga anda semua dalam keadaan sehat selalu. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sedikit ulasan yang sangat penting bagi Bapak/Ibu semua, terutama yang di sekolahnya sudah menerapkan maupun yang belum menerapkan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka. Pada kesempatan ini kami akan membagikan ulasan tentang Panduan Ekstrakurikuler Pramuka di Sekolah Dasar. 

Pendidikan Kepramukaan dinilai sangat penting untuk mendukung ketercapaian tujuan pendidikan nasional sebagaimana amanat Sisdiknas. Melalui pendidikan kepramukaan dengan kekhasan metodenya, akan timbul rasa memiliki, saling tolong menolong, mencintai tanah air, dan mencintai alam. Karenanya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mewajibkan setiap sekolah melaksanakan Ekstrakurikuler Pendidikan Kepramukaan melalui tiga kemasan model yang terintegrasi, yakni model blok, aktualisasi, dan reguler dengan rambu-rambu yang ditentukan.

Secara lebih rinci untuk masing-masing model penerapan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di sekolah dasar dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Model Blok memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Diikuti oleh seluruhpeserta didik.
  • Dilaksanakan pada setiap awal tahun pelajaran.
  • Peserta didik Kelas I diintegrasikan di dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
  • Dilaksanakan selama 18 Jam.
  • Penanggungjawab kegiatan adalah Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus.
  • Pembina kegiatan adalah Guru Kelas/Guru Mata pelajaran selaku Pembina Pramuka dan/atau Pembina Pramuka serta dapat dibantu oleh Pembantu Pembina (Instruktur Muda/Instruktur Pramuka).

2. Model Aktualisasi memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Diikuti oleh seluruh peserta didik.
  • Dilaksanakan setiap satu minggu satu kali.
  • Setiap satu kali kegiatan dilaksanakan selama 120 menit.

3. Model Reguler memiliki karakteristik sebagai berikut:
  • Diikuti oleh peserta didik yang berminat menjadi anggota Gerakan Pramuka di Gugus Depan.
  • Pelaksanaan kegiatan diatur oleh masing-masing Gugus Depan.



Pengelola Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di SD

Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan dikelola oleh guru dan Pembina pramuka di satuan pendidikan dibawah tanggung jawab kepala sekolah sebagai Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Guru berperan sebagai Pembina ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan (blok dan aktualisasi), sedangkan Pembina pramuka sebagai Pembina satuan dan pengelola Gugus Depan (reguler) yang berpangkalan di sekolah dasar.
1. Kompetensi Kepala Sekolah Sebagai Pemimpin Satuan Pendidikan dan Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus). Berikut uraian kompetensi Kepala Sekolah dalam penerapan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:
  • Minimal mempunyai sertifikat kursus orientasi dan/atau berijasah Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).
  • Memahami peran kepala sekolah selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan Gerakan Pramuka di sekolahnya.
  • Mengelola Gugus Depan dengan baik dan benar.
  • Memberikan bimbingan dan bantuan yang bersifat moral, organisatoris, material, finansial, dan konsultatif kepada pembina pramuka, guru, peserta didik, dan Gugus Depan di sekolahnya.
  • Memecahkan masalah-masalah organisatoris, moral, mental, psikologis, finansial yang terjadi dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan Gugus Depan yang berpangkalan di satuan pendidikan.


2. Kompetensi Guru Kelas/Guru Mata pelajaran sebagai Pembina Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan. Berikut uraian kompetensi Guru dalam penerapan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:
  • Memahami pendidikan kepramukaan sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolahnya dan wahana penguatan sikap serta keterampilan peserta didik.
  • Mengaktualisasikan materi pembelajaran dengan pendidikan Kepramukaan.
  • Memiliki kemampuan membina peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan kepramukaan yang dibuktikan dengan sertifikat sekurang-kurangnya KMD.
  • Menerapkan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta Sistem Among dalam proses pembinaan.
  • Mengikuti perkembangan kegiatan kepramukaan bernuansa kekinian (up to date), bermanfaat bagi peserta didik, dan masyarakat lingkungannya, serta tetap berada dalam koridor ketaatan terhadap Kode Kehormatan Pramuka.


3. Kompetensi Pembina Pramuka sebagai Pembina Satuan Gugus Depan.
Pembina Pramuka adalah anggota dewasa yang memiliki komitmen tinggi terhadap Prinsip Dasar Kepramukaan, secara sukarela bergiat bersama peserta didik, sebagai mitra yang peduli terhadap kebutuhan peserta didik, dengan penuh kesabaran memotivasi, membimbing, membantu, serta memfasilitasi kegiatan pembinaan peserta didik. Berikut uraian kompetensi Pembina Pramuka dalam penerapan Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib:
  • Mempunyai kemampuan membina yang dibuktikan dengan sekurang-kurangnya berijasah KMD.
  • Memahami kebutuhan Kurikulum 2013 dalam menjalankan sikap dan keterampilan yang harus dimiliki peserta didik.
  • Menjadi teladan dan panutan bagi peserta didik.


Baca juga : 


Pendidikan Kepramukaan sebagai Ekstrakurikuler Wajib di sekolah dasar akan terlaksana dengan baik jika didukung dengan aspek-aspek berikut:
  1. Pengembangan dan Penyegaran Kompetensi Pengelola
  2. Pemenuhan Sarana Prasarana
  3. Pemenuhan Sumber Belajar
  4. Dukungan Pembiayaan
  5. Dukungan Kemitraan dengan Pemangku Kepentingan


Ciri utama Gerakan Pramuka adalah pendidikankepramukaan yangberbasis belajar sambil melakukan (Learning by Doing) di alam terbuka dengan pola berkelompok melalui keterampilan yang menarik dan menyenangkan. Ciri itulah yang menjadi pembeda dengan lembaga atau organisasi lain dalam menangani pendidikan. Oleh karena itu, ciri belajar sambil melakukan harus dipertahankan oleh siapapun yang terlibat dalam Gerakan Pramuka.

Masih banyak guru di sekolah dasar menganggap metode kepramukaan sama dengan metode pembelajaran pendidikan formal. Bahkan, guru di sekolah dasar menganggap ceramah di kelas, menulis pelajaran, dan mengerjakan tugas akan sama juga dilakukan untuk pendidikan kepramukaan.

Belajar sambil melakukan dapat dilihat pada kegiatan kepramukaan, seperti mendirikan tenda, mengecek peralatan pada saat Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) dan tidak dibantu atau didirikan pembina. Pembina pramuka hanya mengamati dan hasil pengamatan digunakan sebagai bahan refleksi pendirian tenda ketika malam hari atau di saat santai. Tindakan pembina pramuka yang membantu mendirikan tenda untuk peserta didik,merupakan perbuatan yang tidak sesuai dari jiwa pendidikan kepramukaan. Peserta didik seharusnya mempunyai kesempatan untuk mendirikan tenda sendiri pada saat berkemah.
Urutan pembelajaran untuk belajar sambil melakukan dalam mendirikan tenda yakni,
  1. peserta didik mendirikan tenda tanpa dibantu oleh pembina pramuka,
  2. pembina pramuka mengamati proses mendirikan tenda,
  3. pembina pramuka mengevaluasi dan merefleksi hasil pengamatan,
  4. peserta didik memperbaiki tenda berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi pembina pramuka.

Baca juga : Contoh RKT Tahun 2019  

Beberapa Metode Kepramukaan harus dilaksanakan secara bersistem, berkait, dan saling memberikan makna bagi kompetensi peserta didik adalah sebagai berkut :
  1. Alam Terbuka
  2. Belajar Sambil Melakukan
  3. Kegiatan Menarik dan Menantang
  4. Sistem Berkelompok
  5. Tanda Penghargaan
  6. Kiasan Dasar
  7. Satuan Terpisah
  8. Kemitraan Orang Dewasa
  9. Kode Kehormatan

Belajar dengan metode kepramukaan pada hakikatnya bermanfaat untuk hal-hal sebagai berikut.
a. Menumbuhkan motivasi belajar
Peserta didik akan lebih termotivasi jika dalam belajarnya mereka melakukan secara langsung. Peserta didik termotivasi untuk menyelesaikan tugas praktiknya sampai bisa karena tertantang oleh target penyelesaian. Meskipun berangkat dari sebuah kesalahan saat praktik, peserta didik akan terus termotivasi untuk melakukan hal yang dianggap benar. Pembina harus mendorong agar peserta didik memiliki rasa ingin tahu, keinginan mencoba, dan sikap mandiri, dan memberikan rangsangan dengan pemberian pujian atau tanda tangan di SKU jika berprestasi.

b. Memantik peserta didik untuk beraktivitas
Belajar sambil melakukan tentu dapat memantik peserta didik untuk beraktivitas melalui berbagai kegiatan buatan maupun alami. Contoh kegiatan buatan antara lain penciptaan permainan, kegiatan, gerakan, loncatan, merangkak, dan seterusnya. Contoh kegiatan alamiah antara lain meletakkan perkemahan yang jauh dari sumber air agar peserta dapat berjalan dan menggerakkan raganya, hujan yang tiba-tiba datang akan memantik anak untuk berinisitatif mencari tempat berteduh atau memperbaiki tenda agar tidak bocor. Dengan begitu terjadi proses interaksi edukaktif melibatkan intelek-emosional peserta didik dalam meningkatkan aktivitas dan motivasi.

c. Menghargai perbedaan individual
Belajar sambil melakukan sangat bermanfaat untuk menghargai perbedaan individual yang tampak saat peserta didik melangsungkan aktivitas praktik. Jika peserta didik berdiam diri saja, pembina akan sulit mengetahui perbedaan individual. Namun, jika peserta didik senantiasa belajar sambil melakukan, pembina akan dengan cepat mengetahui perbedaan individual yang sangat bermanfaat untuk melakukan tindakan pembinaan selanjutnya. Pembina harus memahami kondisi masing-masing peserta didik.Sangat tidak tepat jika pembina menyamakan semua peserta didik karena setiap peserta didik mempunyai bakat yang berlainan dan kecepatan belajar yang bervariasi.


Daftar Pustaka :
Panduan Ekstrakurikuler Wajib Pendidikan Kepramukaan di Sekolah Dasar 2018 dari sahabat kemdikbud, Jakarta, Juni 2018. Direktur Pembinaan Sekolah Dasar ( Dr. Khamim, M.Pd.)



Untuk selengkapnya, Bapak/Ibu bisa langsung unduh pada tautan yang sudah kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar