-->
Skip to main content

Buku Pedoman Umum PKB 2018 Dirjen GTK







Pedoman Umum PKB 2018 Dirjen GTK, Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru berbasis komunitas GTK. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional yang dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) bagi guru kelas, guru mapel dan guru Bimbingan Konseling (BK) untuk semua jenjang pendidikan dengan rata-rata nasional yaitu 75 dan melalui Uji Kompetensi Keahlian (UKK) bagi guru kejuruan.
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi guru  yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan harus dilakukan berdasarkan kebutuhan guru yang bersangkutan. Kebutuhan yang  dimaksud adalah kebutuhan untuk mencapai dan/atau meningkatkan kompetensinya di atas standar kompetensi profesi guru. Hal ini nantinya juga sekaligus berimplikasi pada perolehan angka kredit untuk kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.  Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dapat dilakukan melalui pengembangan diri, publikasi ilmiah, dan karya inovatif.



Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru



Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru yang selanjutnya disebut dengan Program Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Guru dikembangkan Ditjen GTK dirancang berdasarkan Standar Kompetensi Guru (SKG) yang mengacu pada Permendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Permendiknas Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor, Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus, Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Gambar 2.1 Alur Pengembangan Program Diklat Guru



Program Diklat Guru



Program Diklat Guru dilaksanakan menggunakan moda tatap muka dan dapat dilakukan di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional. Moda tatap muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta pembelajaran. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, kuis, praktik, dan penugasan.


Moda tatap muka dapat dilaksanakan dengan dua alternatif, yaitu: 1) tatap mukapenuh dan 2) tatap muka dan belajar mandiri.

  1. Tatap Muka Penuh
  2. Tatap Muka dan Belajar Mandiri


Tujuan Program Program Diklat Guru

1. Tujuan Umum

Program Diklat Guru secara umum bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya melalui peningkatan kompetensi baik pedagogik maupun profesional, serta memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya.


2. Tujuan Khusus

Secara khusus, Program Diklat Guru bertujuan agar peserta:
a.  menunjukkan kemampuan sebagai profesional dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru;
b.  menguasai kompetensi pedagogik dan profesional sesuai dengan kelompok kompetensi atau unit kompetensi yang dipelajari;
c.   memiliki performa sebagai pendidik dan pemimpin bagi peserta didiknya;
d.  menjadi contoh tentang ketangguhan, optimisme, dan keceriaan bagi peserta didiknya;
e.  memiliki kemauan untuk terus belajar mengembangkan potensi dirinya;
f.    meningkatkan kompetensi guru kejuruan yang memenuhi kualifikasi sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV;
g.  membekali guru kejuruan sehingga mampu menjadi guru yang profesional di SMK;
h.  memiliki sertifikat kompetensi sesuai Skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV bagi guru kejuruan.



Sasaran Program Diklat

Sasaran Program Diklat Guru adalah guru pada semua jenjang satuan pendidikan mulai dari TK/TKLB, SD/SDLB, SMP/SMPLB, SMA/SMALB, dan SMK/SMKLB yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.  Bagi guru kelas, guru mata pelajaran dan guru bimbingan konseling, telah mengikuti UKG tahun 2015 atau UKG susulan tahun 2017 dengan profil hasil UKG-nya menunjukkan terdapat 3 (tiga) hingga 10 (sepuluh) kelompok kompetensi yang nilainya di bawah KCM (70).
2.  Bagi guru kejuruan, telah melakukan evaluasi diri menggunakan instrumen APL 02 terhadap unit-unit kompetensi pada suatu klaster sesuai skema Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Level IV, dan menyatakan dirinya “Belum Kompeten” pada unit kompetensi tertentu.


Penyelenggara Program Diklat



Program Diklat Guru merupakan kegiatan yang dikoordinasikan oleh Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan melibatkan UPT, Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota, asosiasi profesi guru serta komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK).

Gambar 2.3 Bagan Organisasi Penyelenggara Program Diklat Guru




Penyelenggara Program Diklat Guru di tingkat Pusat adalah PPPPTK dan LPPPTK KPTK dengan wilayah binaan seperti pada Lampiran 1, dengan ketentuan sebagai berikut:
1)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru Sekolah Dasar (SD) adalah PPPPTK Matematika, PPPPTK IPS, PPPPTK IPA, PPPPTK Bahasa, PPPPTK Penjas dan BK, serta PPPPTK TK dan PLB.
2)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru mata pelajaran umum pada jenjang TK PLB, SMP, SMA dan SMK adalah PPPPTK sesuai bidang mapelnya dengan sasaran wilayah seluruh Indonesia, kecuali bagi mapel terapan seperti matematika, IPA, Fisika, Kimia, Biologi dan lain-lain, maka oleh PPPPTK Kejuruan yang relevan.
3)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru mata pelajaran bahasa daerah adalah PPPPTK Bahasa, kecuali untuk mata pelajaran Bahasa Sunda oleh PPPPTK TK dan PLB, sedangkan Bahasa Madura oleh PPPPTK PKn dan IPS.
4)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru mata pelajaran Seni Budaya pada jenjang SMP dan SMA adalah PPPPTK Seni dan Budaya.
5)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru TIK jenjang SMP, SMA dan SMK adalah LPPPTK KPTK dengan wilayah perwalian seluruh Indonesia.
6)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru Prakarya Bidang Keahlian Kerajinan adalah PPPPTK Seni dan Budaya, sedangkan Tata Boga oleh PPPPTK Bisnis dan Pariwisata.
7)  Pelaksana Program Diklat Guru pada jenjang SMK untuk bidang Teknologi dan Rekayasa, Energi dan Pertambangan, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kesehatan dan Pekerjaan Sosial, Agribisnis dan Agroteknologi, Kemaritiman, Bisnis dan Manajemen, Pariwisata, Seni dan Industri Kreatif adalah PPPPTK Kejuruan dan LPPPTK KPTK terkait dengan wilayah perwalian seluruh Indonesia.
8)  Pelaksana Program Diklat Guru bagi guru Bidang Keahlian Kemaritiman pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Ikan Air Tawar, Agribisnis Ikan Hias dan Agribisnis Pengolahan Hasil Perikanan adalah PPPPTK Pertanian dengan wilayah perwalian seluruh Indonesia.


Komunitas Guru dan Tenaga Kependidikan

Komunitas GTK merupakan komunitas yang telah terdaftar dan teregistrasi secara resmi di SIM PKB. Komunitas GTK ini terdiri dari komunitas pokja dan komunitas rayon. Komunitas pokja adalah komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas. Komunitas pokja terdiri dari pusat kegiatan Gugus, Kelompok Kerja Guru (KKG), Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK). Komunitas rayon adalah forum/wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/paket keahlian yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT. Komunitas rayon dibentuk untuk mengakomodasi guru pada mata pelajaran tertentu yang jumlahnya kurang dari delapan per provinsi. Guru yang belum tergabung dalam salah satu komunitas GTK dapat masuk ke komunitas yang sudah ada atau membentuk komunitas baru. Mekanisme pembentukan komunitas GTK baru merujuk pada Petunjuk Teknis Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru.


Tahapan dan Strategi Penyelenggaraan Program Diklat Guru

Kesuksesan penyelenggaraan Program Diklat Guru akan sangat dipengaruhi oleh setiap tahapan penyelenggaraan program. Adapun alur tahapan penyelenggaraan Program Diklat Guru digambarkan pada diagram 3.1 berikut.

Diagram 3.1 Alur Tahapan Penyelenggaraan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru


Sistem Informasi Manajemen (SIM)

1. Pengertian SIM 

SIM atau Sistem Informasi Manajemen terdiri atas kumpulan interaksi dari sub-sub sistem informasi yang berfungsi untuk mengelola data dan menghasilkan informasi untuk membantu pengambilan keputusan serta digunakan untuk melakukan pengawasan atau kontrol, analisis dan evaluasi program secara menyeluruh. SIM yang digunakan pada Program Diklat Guru adalah SIM PKB.


2. Tujuan dan Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen (SIM) 

Tujuan dari SIM PKB adalah untuk mengelola data yang berkaitan dengan pelaksanaan Program Diklat Guru. Ruang lingkup dari SIM PKB adalah pengelolaan kelas, data peserta, fasilitator, komunitas GTK, penilaian, penjadwalan ujian, dan sertifikasi.

Keberhasilan Pelaksanaan Program Program Diklat Guru

Keberhasilan pelaksanaan Program Diklat Guru ditentukan oleh 6 (enam) variabel, yaitu: 1) fasilitator, 2) aseser, 3) bahan, 4) peserta, 5) strategi pelaksanaan, dan 6) anggaran. Kelima variabel tersebut harus dipersiapkan dengan baik agar dapat terwujud pelaksanaan program yang diinginkan. Secara rinci variabel dan subvariabel program sebagaimana dimuat pada tabel berikut :

Tabel 3.8 Variabel dan Subvariabel Keberhasilan Pelaksanaan Program Diklat Guru

Tempat Kegiatan Pelaksanaan kegiatan Program Diklat Guru

Pelaksanaan kegiatan Program Diklat Guru dapat dilakukan beberapa tempat pelatihan sebagai berikut.
1.  PPPPTK
2.  LPPPTK KPTK
3.  LPMP
4.  Balai Diklat
5.  Sekolah sebagai Pusat Belajar
6.  tempat lainnya yang memenuhi standar yang telah ditetapkan pada Bab V poin d.


Pembiayaan Program Diklat Guru

Program Diklat Guru dapat dibiayai melalui APBN, APBD, mandiri atau partisipasi dari masyarakat/lembaga pendidikan. Penggunaan dana menganut prinsip efisiensi dan efektivitas.

Link Unduh :

Bagi Bapa/Ibu Guru yang ingin membaca selengkapnya tentang Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan melalui Pendidikan dan Pelatihan Guru berbasis komunitas GTK, bisa unduh Buku Pedoman Umum PKB 2018 ini pada tautan yang sudah kami sediakan.




Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar